loader image

Penerapan Sumber Daya Manusia (SDM) Berbasis IT dalam Menghadapi Pandemi Covid-19

burst-kUqqaRjJuw0-unsplash

Wabah pandemi covid 19 melumpuhkan sebagian aktivitas manusia dalam hal apapun yang mengharuskan kegiatan tatap muka atau berkumpul. Padahal, manusia adalah makhluk sosial yang harus berinteraksi satu sama lain untuk memutar mata ekonomi maupun hal lain khususnya dalam hal pekerjaan. Oleh karena itu, adanya wabah covid-19 mengakibatkan penurunan kondisi ekonomi pada salah satu negara yang terkena dampak tersebut. 

Sedangkan, dalam menjalankan pekerjaan atau perdagangan memerlukan interaksi antara satu sama lain. Dalam menanggulangi masalah ini maka adanya solusi yaitu dikenal dengan istilah Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah. Hal ini dimunculkan karena dapat menjadi alternatif agar perekonomian dapat tetap berjalan tetapi dengan mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan masing masing negara.

Namun dengan melakukan Work From Home (WFH) juga dapat menghambat sistem yang digunakan di suatu perusahaan. Karena, perbedaan pengaplikasian sistem di perusahaan dan di rumah tidak bisa dijalankan dengan bersama-sama. Bekerja di rumah hanya mengandalkan sistem seadanya sedangkan di perusahaan sudah terinstall aplikasi yang terintegrasi otomatis antara acoounting dengan bagian gudang.

Oleh karena itu, dengan adanya istilah Work From Home ini secara tidak langsung mengharuskan setiap pekerjaan dilakukan dari rumah, dalam bidang akuntansi khususnya mau tidak mau harus mempersiapkan SDM dengan perubahan budaya kerja yang berbeda dari sebelumnya di mana belum ada Covid 19 ini yaitu pekerjaan berbasis IT.

Bekerja dengan berbasis IT memerlukan integritas, independensi, dan keprofesionalitasan dari SDM tersebut di mana harus dituntut memahami kemajuan teknologi dan harus akurat dalam masalah waktu. Dengan kondisi seperti saat ini koordinasi tidak bisa dilakukan tatap muka/secara langsung. Karena tidak dapat melakukan koordinasi secara langsung, dapat menyebabkan ketidaktepatan data di lapangan dan data di laporan.

Berdasarkan hal di atas, diperlukannya penerapan sistem akuntansi yang berbeda dari sebelumnya dengan menggabungkan efisiensi kerja dan ketepatan waktu yang diperlukan dengan membandingkan SDM yang ada saat ini.

SDM yang dimaksud di sini adalah seorang accounting suatu perusahaan. Perbedaan penerapan sistem informasi akuntansi yang dimaksud adalah dari perbedaan budaya kerja dari sebelum covid dan sesudah munculnya covid ini. Seorang accounting harus bisa menyesuaikan data dilapangan dengan data yang akan ia kirimkan ke perusahaan terkait laporan keuangan di masa pendemi ini.

Hambatan yang dihadapi dalam menerpkannya antara lain ketidakcocokan ataupun jika seorang accounting tidak dibekali dengan kerja berbasis IT maka data tersebut bisa dimanipulasi orang lain dikarenakan data tersebut dikirmkan melewati internet baik email ataupun chat sosial media seperti Whatsapp dll.

Sumber : kompasiana.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *